Studi Makna Lafadz Barokah Dalam Tafsir Al Azhar

Hasanah, Noor (2018) Studi Makna Lafadz Barokah Dalam Tafsir Al Azhar. Al Karima: Jurnal Studi Ilmu Al Quran Dan Tafsir, 01 (02). pp. 51-57. ISSN P-ISSN: 2549-3035, E-ISSN: 2829-3703

[thumbnail of Artikel ini merupakan pengembangan dari skripsi dengan judul yang sama yang telah diunggah sebelumnya pada repositori STIQ Isy Karima.] Text (Artikel ini merupakan pengembangan dari skripsi dengan judul yang sama yang telah diunggah sebelumnya pada repositori STIQ Isy Karima.)
Jurnal Noor Hasanah.pdf - Published Version

Download (525kB)

Abstract

Allah SubhânahuWaTa’ala banyak sekali menyebutkan lafal bârokah di dalam Al- Qur`an, dan jika kita tadabburi dan pahami makna bârokah meliputi banyak hal. Dalam Al-Qur`an, kata bâraka dengan berbagai kata jadiannya (al-mubârak dan al-bârakah) muncul beberapa kali dalam Al-Qur`an. Lafal bârokah dalam Al-Qur`an terletak di berbagai surah dan dalam tema yang berbeda, banyak contoh ciptaan Allah yang dianugerahi bârokah. Diantaranya:
tempat (negeri, kota, kampung), manusia (keluarga, perorangan), waktu, benda (pohon, rizki, air, dll). Masyarakat Indonesia juga mengenal istilah bârokah atau berkah dalam kehidupan mereka, namun sebagian masyarakat memahami istilah ini dengan pemahaman yang kurang benar seperti fenomena ngalap berkah pada tanah kuburan seseorang yang dianggap terhor-mat, binatang, atau suatu tempat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Maudhu’i Tahlili (Tematik Ana-litis), peneliti akan menggunakan langkah-langkah yang diambil dari buku Al-Wujuh Wa an Nazhoir dengan menyesuaikan objek penelitian yang akan dibahas. Dalam hal ini penyusun berusaha mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur`an yang mempunyai lafal bârokah serta delefasi-nya, memaparkan penafsiran masing-masing ayat, kemudian menghimpun makna bârokah berdasarkan tema. Tujuan penelitian adalah mengetahui makna lafal bârokah dalam Tafsîr Al-Azhar.Makna bârokah dalam Al-Qur’an memiliki banyak makna, hal ini disesuaikan dengan sesuatu yang menjadi objek keberkahan tersebut. Lafal Tabâraka berarti kekuasaan, kemam-puan, dan kekuatan Allah yang menjadi sumber bârokah, lafal kitâbun mubârokun ber-arti Al-Qur’an Lafal bârokna berarti Allah memberi keberkahan kepada beberapa manusia plihan seperti para nabi, tempat, waktu, dan sumber daya alam. Makna bârokah dalam Tafsîr Al-Azhar dibagi beberapa tema, hal tersebut dikarenakan penyesuaian tema yang menjadi objek lafal bârokah beserta pecahannya, yaitu: sumber bârokah (Allah subhanahu wa ta’ala) dengan lafal tabâraka, Al-Qur’an dengan lafal kitâbun mubârokun, manusia (para nabi, yaitu Nabi Isa, Ibrahim dan Ishak beserta keturunannya, Musa beserta pengikutnya, Nuh beserta pengi-kutnya), tempat (bumi, langit, Syam, Mesir, Palestina, Yordania, Lebanon, dan Irak), waktu (Tafsîr Al-Azhar menyebutkan 2 pendapat, pertama malam 17 Ramadhan malam ketika per-tama kali diturunkannya Al-Qur’an, dan malam lailatul qadr), sumber daya alam (pohon zaitun dan air hujan), dan ucapan yang baik (salam).

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Barokah, Tafsir Al-Azhar
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 25 Jul 2026 03:28
Last Modified: 25 Jul 2026 03:28
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/224

Actions (login required)

View Item
View Item