Penafsiran Al-Qur’an Surat Al-Maidah Ayat 51 (Studi Komparasi Penafsiran Buya Hamka Dan Sayyid Quthb)/Interpretation Of Al-Qur’an Surat Al-Maidah Verses 51 (Comparative Study Of The Interpretation Of Buya Hamka And Sayyid Quthb)

Mubarok, Zain Faqih (2020) Penafsiran Al-Qur’an Surat Al-Maidah Ayat 51 (Studi Komparasi Penafsiran Buya Hamka Dan Sayyid Quthb)/Interpretation Of Al-Qur’an Surat Al-Maidah Verses 51 (Comparative Study Of The Interpretation Of Buya Hamka And Sayyid Quthb). Al Karima: Jurnal Studi Ilmu Al Quran Dan Tafsir, 3 (2). pp. 79-90. ISSN P-ISSN: 2549-3035, E-ISSN: 2829-3703

[thumbnail of Artikel ini merupakan pengembangan dari skripsi dengan judul yang sama yang telah diunggah sebelumnya pada repositori STIQ Isy Karima.] Text (Artikel ini merupakan pengembangan dari skripsi dengan judul yang sama yang telah diunggah sebelumnya pada repositori STIQ Isy Karima.)
Jurnal Zain Faqih Mubarok.pdf - Published Version

Download (570kB)

Abstract

Dalam Al-Qur’an, terdapat sekian banyak lafaz ataupun ayat yang telah ditafsirkan oleh para
ulama dengan makna-makna yang berbeda. Perbedaan penafsiran seringkali akan memunculkan dampak pada hukum yang dilahirkan. Di antara lafaz dan ayat yang memiliki dampak disebabkan oleh perbedaan penafsiran ini adalah surat Al-Maidah ayat 51. Penelitian inifokus pada penafsiran surat Al-Maidah ayat 51 dalam kitab tafsir Fii Zhilaalil Qur’an karya
Sayyid Quthb dan kitab Tafsir Al-Azhar Karya Prof. Dr. Hamka (Buya Hamka), Persamaan
dan perbedaan penafsiran keduanya, serta cara bermuamalah dengan orang-orang Yahudi
ataupun Nasrani, menurut kedua mufassir tersebut. Penelitian ini berbasis kajian pustaka
(library research) dengan pendekatan studi komparatif (muqorin). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)
Surat Al-Maidah ayat 51 dalam pandangan Sayyid Quthb mengandung
larangan bagi seorang muslim menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai penolong, teman setia dan pelindung. Sedangkan menurut Buya Hamka, ayat ini mengandung larangan menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin, 2) Perbedaan dari keduanya
adalah Sayyid Quthb memaknai auliyaa’ sebagai penolong, teman setia dan pelindung dan
Buya Hamka memaknai auliyaa’sebagai pemimpin. Persamaannya adalah mereka mengutip
riwayat tentang sebab turunnya surat Al-Maidah ayat 51, yaitu kisah pengakuan Ubadah bin
Shamit yang berlepas diri dari sekutunya dari orang-orang Yahudi dan keengganan Abdullah
bin Ubay bin Salul berlepas diri dari orang-orang Yahudi yang menjadi sekutunya 3) Penafsiran kedua tokoh tersebut berimplementasi diperbolehkannya bermuamalah dengan orangorang Yahudi dan Nasrani selama tidak berhubungan dengan akidah dan tatanan masyarakat
Muslim.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Al-Maidah 51, Tafsir Fii Zhilaalil Qur’an, Tafsir Al-Azhar
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 01 Aug 2026 04:17
Last Modified: 01 Aug 2026 04:17
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/258

Actions (login required)

View Item
View Item