Penafsiran Ayat-Ayat Isti`Dzan Dalam Tafsir Ibnu Katsir/The Interpretation Of Isti`Dzan Verses In Tafsir Ibnu Katsir

Mardlotillah, Mahmudah (2020) Penafsiran Ayat-Ayat Isti`Dzan Dalam Tafsir Ibnu Katsir/The Interpretation Of Isti`Dzan Verses In Tafsir Ibnu Katsir. Al Karima: Jurnal Studi Ilmu Al Quran Dan Tafsir, 4 (2). pp. 60-70. ISSN P-ISSN: 2549-3035, E-ISSN: 2829-3703

[thumbnail of Artikel ini merupakan pengembangan dari skripsi dengan judul yang sama yang telah diunggah sebelumnya pada repositori STIQ Isy Karima.] Text (Artikel ini merupakan pengembangan dari skripsi dengan judul yang sama yang telah diunggah sebelumnya pada repositori STIQ Isy Karima.)
Jurnal Mahmudah Mardlotillah.pdf - Published Version

Download (807kB)

Abstract

Salah satu adab yang mulai ditinggalkan dan dianggap remeh oleh sebagian manusia yaitu
adalah meminta izin, padahal adab ini sangat penting sekali dan besar manfaatnya. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui maksud dari Penafsiran ayat-ayat Istidzan dalam Al-Qur`ân,
dan bagaimana penafsiran Ibnu Katsir pada ayat-ayat Isti`dzân tersebut.
Penulis sengaja memilih tafsir Ibnu Katsir karena merupakan kitab penting dan agung yang pernah ditulis
dalam menafsirkan Al-Qur`ân, tafsir paling banyak diterima dan tersebar di tengah umat ini.
Penulis memilih metode penelitian kepustakaan (library research), karena jenis penelitian
ini sesuai dengan topik permasalahan yang penulis kaji yaitu studi penafsiran ayat-ayat yang
berkaitan tentang meminta izin dalam Al-Qur`ân menurut Tafsir Ibnu Katsir.
Penulis menggunakan jenis penelitian ini karena sepenuhnya menggunakan sumber-sumber data dari buku.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Imam Ibnu Katsir dalam memaknai lafadz
isti`dzân sesuai dengan konteks dan objek yang disandari lafadz isti`dzân. Ketika lafadz
isti`dzân disandarkan kepada orang beriman maka maknanya adalah sifat positif yang mengajarkan tentang etika yang baik utuk meminta izin kepada orang lain berkaitan tentang hak
dan wewenangnya, sedangkan jika lafadz isti`dzân disandarkan kepada orang-orang munafik
maka maknanya adalah sikaf negatif yang menjelaskan tentang watak dan sikap mereka yang
sebenarnya, contohnya saat diperintahkan untuk berangkat jihad maka mereka akan selalu
meminta izin untuk tidak ikut berjihad dengan berbagai alasan yang bukan syar’i.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Ayat-ayat Isti`dzân; Tafsir Ibnu Katsir
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 04 Aug 2026 02:34
Last Modified: 04 Aug 2026 02:34
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/262

Actions (login required)

View Item
View Item