Makna Ûlul Albâb Dalam Tafsîr Al-Qur’ân Al-‘Azhîm

Humairoh, Ira Adriani (2020) Makna Ûlul Albâb Dalam Tafsîr Al-Qur’ân Al-‘Azhîm. Diploma thesis, STIQ Isy Karima.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf

Download (240kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf

Download (246kB)
[thumbnail of 3. BAB III.pdf] Text
3. BAB III.pdf

Download (292kB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (247kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB V.pdf] Text
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (109kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. Daftar Pustaka.pdf] Text
7. Daftar Pustaka.pdf

Download (110kB)

Abstract

Sekian banyak macam pembahasan tentang kecerdasan dalam diri manusia telah dikaji oleh banyak kalangan. Muncul pertanyaan bagaimana Al-Qur’an memandang sisi kecerdasan dalam manusia. Salah satu kata kunci pembahasan tentang kecerdasan dalam Al-Qur’an adalah Lafadz Ûlul Albâb. Kata ini disebutkan dalam Al-Qur’an terdapat di enam belas ayat yang tersebar dalam sepuluh surat.

Penelitian ini dibahas pada kajian makna Ûlul Albâb dalam Tafsir Al-Qur`an Al-‘Azhim karya Abul Fida’ Imaduddin Ismail yang lebih dikenal oleh Ibnu Katsir, yang merupakan salah satu kitab tafsir yang kuat dalam sisi riwayat. Selain itu, penelitian ini membahas tentang relevansi dalam kehidupan masa kini. Metode penelitian yang digunakan penelitian kepustakaan (library research). Dengan pendekatan analisa ( maudhu’i-tahlili). Memaparkan penafsiran Ibnu Katsir, menganalisanya, dan kemudian mengambil kesimpulan.

Hasil penelitian ini didapatkan pula bahwa Ibnu Katsir tidak menjelaskan definisi Ûlul Albâb secara jelas, namun Ibnu Katsir menjelaskan ciri-ciri seseorang yang dikategorikan sebagai Ûlul Albâb yaitu seseorang yang dalam hidupnya selalu berpikir dengan hati yang terbuka untuk memahami Al-Qur’an dan mengikuti ajaran Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam. Orang-orang yang memilki kecerdasan akal yang diiringi dengan keimanan dan ketaqwaan (Ûlul Albâb) akan ditinggikan derajatnya di dunia dan akhirat. Didapatkan pula bahwa bahwa kecerdasan yang berproses pada makna Ûlul Albâb.Tema-tema ini dapat dikatakan sebagai unsur-unsur seseorang yang semestinya dilakukan oleh seorang muslim agar menjadi Ûlul Albâb meliputi dua tema utama yaitu siap menerima syari’at Allah Subhanu Wa Ta’ala , dan mau mentadabburi ayat-ayat Allah Subhanu Wa Ta’ala, Oleh sebab itu dengan dua tema utama ini masih relevan dengan kehidupan manusia saat ini, meskipun beberapa syari’at ada yang tidak dijalankan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Ûlul Albâb, Tafsîr Al-Qur`an Al-‘Azhîm
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 13 Aug 2026 01:59
Last Modified: 13 Aug 2026 01:59
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/281

Actions (login required)

View Item
View Item