Ayat Laknat Dalam Al-Qur’an (Studi Komparatif Penafsiran Ayat Laknat Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim Dan Tafsir Al-Mishbah)/Impredication Verse In The Holy Qur’an (A Comparative Study Of The Interpretation Of The Tafsir Verse In The Al-Qur’an Al-Adzim And Tafsir Al-Mishbah)

Saputra, Akhmadiyah and Tsuroyya, Tsuroyya (2021) Ayat Laknat Dalam Al-Qur’an (Studi Komparatif Penafsiran Ayat Laknat Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim Dan Tafsir Al-Mishbah)/Impredication Verse In The Holy Qur’an (A Comparative Study Of The Interpretation Of The Tafsir Verse In The Al-Qur’an Al-Adzim And Tafsir Al-Mishbah). Al Karima: Jurnal Studi Ilmu Al Quran Dan Tafsir, 5 (1). pp. 38-51. ISSN P-ISSN: 2549-3035, E-ISSN: 2829-3703

[thumbnail of Artikel ini merupakan pengembangan dari skripsi dengan judul yang sama yang telah diunggah sebelumnya pada repositori STIQ Isy Karima.] Text (Artikel ini merupakan pengembangan dari skripsi dengan judul yang sama yang telah diunggah sebelumnya pada repositori STIQ Isy Karima.)
Jurnal Tsuroyya.pdf - Published Version

Download (419kB)

Abstract

Laknat berarti mengutuk. Jika mendapatkan laknat Allah Subhânahu wa Ta’ala berarti kita
dijauhkan dari rahmat-Nya. Allah Subhânahu wa Ta’ala melaknat seseorang diakibatkan
karena mereka melakukan hal yang dilarang Allah Subhânahu wa Ta’ala. Jika dilaknat oleh
Allah Subhânahu wa Ta’ala, maka Allah Subhânahu wa Ta’ala tidak akan memberikan pertolongan terhadapnya.
Oleh karena itu, kita perlu untuk mengetahui hal-hal yang menyebabkan turunnya laknat Allah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran laknat dalam Al-Qur’an berdasarkan
tafsir Al-Qur’an Al-Adzim karya Ibnu Katsir dan tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab
serta mengetahui persamaan dan perbedaan penafsiran ayat-ayat laknat dalam Al-Qur’an
antara dua mufassir tersebut.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, yaitu dengan cara
mengumpulkan data yang berhubungan dengan objek penelitian dari kitab tafsir dan bukubuku yang relevan dengan pembahasan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode
komparatif, yaitu dengan membandingkan penafsiran ayat Al-Qur’an dari satu kitab dengan kitab lainnya.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa laknat artinya kutuk. Persamaan penafsiran antara
kedua mufassir tersebut terletak dalam memaknai hakikat laknat. Menurut keduanya, jika
dilaknat Allah Subhânahu wa Ta’ala berarti dijauhkan dari rahmat-Nya serta dijauhkan segala kebaikan darinya.
Perbedaan penafsiran antara kedua mufassir tersebut terletak pada
penyebab Allah Subhânahu wa Ta’ala menurunkan laknat, yaitu laknat terhadap Yahudi dan
Bani Israil.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Laknat, Kutuk, Rahmat, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Mishbah
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 18 Aug 2026 04:40
Last Modified: 18 Aug 2026 04:40
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/304

Actions (login required)

View Item
View Item