Amrullah, Muhamad and Ningsih, Sucila (2022) Makna Lafazh Al-Balā’ Dalam Al-Qur’an (Telaah Kitab Tafsîr Al-Mishbâh)/The Meaning Of Lafazh Al-Bala’ In The Qur’an (Study Of The Book Of Tafsîr Al-Mishbâh). Al Karima: Jurnal Studi Ilmu Al Quran Dan Tafsir, 6 (1). pp. 38-53. ISSN P-ISSN: 2549-3035, E-ISSN: 2829-3703
Jurnal Sucila Ningsih.pdf - Published Version
Download (759kB)
Abstract
Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa hidup diwarnai dengan ujian.
Ujian dibahasakan menggunakan lafazh Al-Balā. Ujian bisa berbentuk kebaikan dan keburukan.
Namun seringkali dalam kebudayaan sosial bangsa Indonesia diartikan sebagai sesuatu yang berkonotasi
negatif. Karenanya penulis akan mengkaji makna Al-balā’, serta memaparkan kelebihan dan
kekurangan dari kitab tafsir Al-Mishbah. Dalam Bahasa Arab Al-balā’ bermakna Al-Ikhtibar,
juga berarti ujian dan petaka (Al-Ihtibaru wa Al-Imtihanu), Al-balā’ terkandang bermakna
kegembiraan agar seseorang semakin bertambah syukur kepada Allah juga bermakna
kesusahan agar seseorang bisa makin bersabar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
makna Al-Bala’ dalam Tafsîr Al-Mishbâh.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research.
Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah menggunakan metode tematik maudhu’i.
Adapun sumber primer yang digunakan, yaitu kitab Tafsîr Al-Mishbâh dan buku-buku yang terkait dengan tema
Al-balā’. Hasil penelitian ini, menjelaskan bahwa lafazh Al-Bala bermakna ujian yang mencakup kebaikan dan keburukan.
Adapun kelebihan dari kitab tafsir Al-Mishbah antara lain
menggunakan bahasa Indonesia yang dapat memudahkan para pembaca, Tafsir Al-Mishbah
termasuk tafsir kontemporer penyempurna tafsir-tafsir nusantara sebelumnya,
Sumber-sumbernya menggunakan Tafsir bil Ma’tsur dan bi Ar-Ra’yi, selalu konsisten dalam mengurai
kalimat-kalimat dalam setiap ayat Al-Quran, penggunaan rujukan yang beragam sehingga
mudah untuk dipahami berbagai kalangan. Adapun kekurangannya adalah penafsirannya
menggunakan bahasa Indonesia yang menunjukkan tafsir-tafsir tersebut bersifat lokal, juga
lebih didominasi bil ra’yi. M. Quraish Shihab juga terkadang seringkali menukil pendapat
ilmuan-ilmuan, Orientalis, Filsuf Barat, juga kitab perjanjian lama dan baru dan Mufassir
Syi’ah, penukilan hadits yang dilakukan tidak berpedoman pada ketentuan yang tetapkan
para oleh ulama hadits, seringkali penafsirannya mengalami pengulangan-pengulangan yang
dapat menimbulkan kejenuhan.
Peneliti berharap kepada peneliti selanjutnya untuk bisa mengkaji tema Al- Balā’ ini dalam
tafsir Al-Mishbah dengan lebih luas dan mencantumkan ayat-ayat sekaligus derivasi-nya dari
Al-Qur’an agar lebih mudah dipahami dan bermanfaat bagi yang lain.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | lafazh al-bala’, kitab Tafsîr Al-Mishbâh |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
| Depositing User: | S.I.P Joko Riyanto |
| Date Deposited: | 22 Aug 2026 02:38 |
| Last Modified: | 22 Aug 2026 02:38 |
| URI: | https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/310 |
