Fachri, Nadzifah Alkavacki (2024) Penafsiran Makna Qowaidu Minan Nisa' Dalam Surat An-Nur Ayat 60 Perspektif Tafsir Nusantara. Diploma thesis, STIQ Isy Karima.
1. Cover.pdf
Download (1MB)
2. BAB I.pdf
Download (295kB)
3. BAB II.pdf
Download (311kB)
4. BAB III.pdf
Download (292kB)
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (250kB) | Request a copy
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (131kB) | Request a copy
7. Daftar Pustaka.pdf
Download (177kB)
Abstract
Syariat Islam merupakan aturan paling sempurna dan paling mulia yang sudah Allah
tetapkan dan jelaskan didalam al-Qur’an secara detail untuk semua aspek kehidupan.
Salah satu kemaslahatan dalam syariat Islam adalah dalam hal pakaian menutup aurat.
Terutama aurat wanita termasuk juga wanita lansia, keadaan wanita saat ini ingin tetap
terlihat menarik dihadapan laki-laki yang bukan mahram. Tidak sedikit dari wanita saat
ini yang menutup aurat hanya sebatas formalitas saja dan mengikuti trend yang ada.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna Qowâ’idu Minan Nisâ’ dalam surat
an-Nur ayat 60 perspektif tafsir Nusantara. Tafsir Nusantara yang dimaksud adalah
tafsir yang ditulis oleh mufassir Indonesia yaitu, tafsir an-Nur, tafsir al-Bayan, tafsir
al-Azhar, tafsir al-Misbah dan tafsir Kemenag RI. Gaya dan tipologi tafsir Nusantara
banyak terwarnai dengan Islam lokal baik itu budaya maupun kondisi ayat-ayat alQur’an dilakukan tafsiran oleh penafsirnya. Penelitian ini berbasis kajian Pustaka
(library research) dengan pendekatan maudhu’i (tematik). Yaitu menetapkan tema
yang akan dibahas, menjelaskan penafsirannya dalam tafsir Nusantara kemudian
merelevansikan dalam kehidupan sekarang.
Makna Qowâ’idu Minan Nisâ’ dalam surat an-Nur ayat 60 memiliki makna wanita
lanjut usia yang sudah berhenti dari haid, tidak memiliki hasrat kepada lawan jenis dan
lemah secara fisik dan akal maka diperbolehkan menanggalkan pakaian luarnya
didepan orang lain dengan tidak bermaksud menampakkan perhiasannya yang
tersembunyi, apabila wanita tersebut tetap ingin berpakaian lengkap seperti biasa,
maka hal itu lebih baik baginya. Relevansinya dengan kehidupan sekarang yaitu,
pakaian yang boleh ditanggalkan Qowâ’idu Minan Nisâ’ hanya pakaian luar saja
seperti kain yang menutupi kerudung dan kain yang menutupi wajah, dan batasan
menanggalkannya dengan tidak bermaksud menampakkan perhiasan, apabila
Qowâ’idu Minan Nisâ’ aktif di sosial media juga harus tetap menjaga aurat dengan
memperhatikan batasan yang sudah ditetapkan al-Qur’an.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Qowâ’idu Minan Nisâ’ dalam Surat An-Nur Ayat 60, Tafsir Nusantara |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
| Depositing User: | S.I.P Joko Riyanto |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 07:00 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 03:12 |
| URI: | https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/103 |
