Fitriyyah, Lina Ayu (2024) Menjaga Kehormatan Diri Dalam Al-Qur’an (Studi Komparatif Tafsir Fii Zhilalil Qur’an Dan Tafsir Al-Mishbah). Diploma thesis, STIQ Isy Karima.
1. Cover.pdf
Download (731kB)
2. BAB I.pdf
Download (331kB)
3. BAB II.pdf
Download (305kB)
4. BAB III.pdf
Download (495kB)
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (238kB) | Request a copy
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (157kB) | Request a copy
7. Daftar Pustaka.pdf
Download (164kB)
Abstract
Saat ini, sudah menjadi hal lumrah bagi sebagian orang yang melakukan perbuatan
asusila, mempublikasikan dan melakukan sesuatu secara bebas di media sosial atau
disekitarnya. Karena manusia sendirilah yang merusak kehormatan dan harga
dirinya, dengan melakukan perbuatan-perbuatan amoral, yang tidak sesuai dengan
norma-norma agama. Sedangkan Allah telah memuliakan hambanya dengan
menetapkan aturan hukum dan batasan-batasannya. Kasus-kasus asusila yang
terjadi di tengah umat saat ini, menyadarkan kembali pada setiap muslim
memahami dan peduli sikap apa yang harus diambil, yaitu dengan menjaga
kehormatan diri. Penelitian ini menggunakan Tafsir Fii Zilalil Qur’an karya Sayyid
Quthb dan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, karena kedua tafsir ini
populer dan memiliki banyak kontribusi di masyarakat sebab kedua tafsir adalah
adabi ijtima’i.
Penelitian ini bermaksud mengetahui penafsiran menjaga kehormatan diri dalam
kedua tafsir di atas dan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari kedua
penafsiran yang ada. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library
research) dan menggunakan metode dokumentasi dalam pengumpulan data dengan
pendekatan muqorin dalam penganalisaan.
Berdasarkan penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa, menjaga kehormatan
diri adalah salah satu sifat yang melekat pada mukmin, serta menjaga kemaluan
merupakan bentuk penyucian diri pribadi dan kelompok masyarakat. Cara menjaga
kehormatan diri dengan dua cara, yakni: Pertama, menjaga pandangan baik lakilaki maupun perempuan serta menjaga aurat, dan yang kedua adalah menikah.
Maryam sebagai teladan terbaik dalam menjaga kehormatan. Serta perintah Allah
untuk menikahi wanita yang menjaga kehormatan, adalah keutamaan.
Adapun persamaan dalam hal menjaga kehormatan diri, baik dalam Tafsir Fii
Zilalil Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah, adalah panafsiran dan makna ayat sama, dan
perbedaannya terletak pada narasi yang digunakan berbeda serta terdapat tambahan
pembahasan baik dari periwayatan maupun perkataan ulama.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Maintaining Personal Honor, Tafsir Fii Zilalil Qur'an, Tafsir AlMishbah. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
| Depositing User: | S.I.P Joko Riyanto |
| Date Deposited: | 04 Feb 2026 04:12 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 03:22 |
| URI: | https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/104 |
