Faturrahman, Adam Hafidz (2024) Studi Penafsiran Lafadz A'maa Dalam Kitab Asy-Sya'rawi. Diploma thesis, STIQ Isy Karima.
1. Cover.pdf
Download (620kB)
2. BAB I.pdf
Download (302kB)
3. BAB II.pdf
Download (311kB)
4. BAB III.pdf
Download (543kB)
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (571kB) | Request a copy
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (162kB) | Request a copy
7. Daftar Pustaka.pdf
Download (167kB)
8. Curriculum Vitae.pdf
Restricted to Registered users only
Download (102kB) | Request a copy
Abstract
Islam sangat menghormati dan menghargai hak-hak orang penyandang difabel.
Begitu perhatiannya terhadap penyandang cacat, sampai-sampai Allah Ta’ala
pernah mengingatkan Rasulullah dalam surat ‘Abasa, ketika beliau bermuka masam
kepada sahabat ‘Abdullah Ibn Ummi Maktum yang buta (tunanetra). Di ayat lain
juga Allah telah menginformasikan bahwa tidak ada hinaan atau celaan
mengundang orang difabel untuk makan bersama.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka yang menggunakan metode
dokumentasi dalam pengumpulan data dan teknik deskriptif-analitik dengan
pendekatan maudhu’i dan penelitian tokoh dalam penganalisaan.
Hasil dari penelitian terhadap penafsiran asy-Sya’rawi atas ayat-ayat yang
mengandung lafadz a’maa ini memiliki banyak makna tersembunyi. Selanjutnya,
dari penelitian penulis mengenai penafsiran asy-Sya’rawi, penulis mengelompokan
maksud dari penafsiran tersebut menjadi beberapa artian, pertama buta dari jalan
kebenaran, kedua buta dari melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, ketiga buta
sebagai perumpamaan, keempat buta sebagai penggambaran keadaan manusia,
kelima buta sebagai bukti kekuasaan Allah, dan keenam penglihatan sebagai sarana
kebaikan. Adapun penafsiran asy-Sya’rawi atas ayat-ayat yang mengandung lafadz
a’maa masih relevan dengan konteks kekinian dilihat dari hasil penafsirannya yang
sesuai dengan masa sekarang, baik itu buta dari jalan kebenaran, buta dari melihat
tanda-tanda kekuasaan Allah, buta sebagai perumpamaan, buta sebagai
penggambaran keadaan manusia, buta sebagai bukti kekuasaan Allah, dan
penglihatan sebagai sarana kebaikan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lafadz A’maa, Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
| Depositing User: | S.I.P Joko Riyanto |
| Date Deposited: | 04 Feb 2026 06:26 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 03:27 |
| URI: | https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/107 |
