Reinaldi, Rizal (2023) Penerapan Bentuk-Bentuk Kaidah Penafsiran Al- Qur’an dengan Al- Qur’an Dalam Surat Yasin Pada Tafsir Al- Azhar. Diploma thesis, STIQ Isy Karima.
1. Cover.pdf
Download (736kB)
2. BAB I.pdf
Download (180kB)
3. BAB II.pdf
Download (359kB)
4. BAB III.pdf
Download (308kB)
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (160kB) | Request a copy
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (105kB) | Request a copy
7. Daftar Pustaka.pdf
Download (114kB)
Abstract
Sejatinya kitab suci Al-Qur’an diturunkan memiliki fungsi sebagai petunjuk bagi
kehidupan umat manusia. Al-Qur’an senantiasa memberikan kemaslahatan serta
jawaban dari berbagai persoalan kehidupan umat manusia di muka bumi. Oleh sebab
itu, al-Qur’an memiliki posisi sentral dalam keagamaan dan umat Islam telah
bersepakat menjadikan al-Qur’an sebagai sumber rujukan utama dalam mengatasi
permasalahan kehidupan, termasuk dalam penentuan hukum. Untuk menafsirkan Al Qur’an
sendiri memiliki kaidah-kaidah, dengan tujuan supaya terhindarnya dari
penyimpangan maupun kesalahan dalam menafsirkannya, penulis tertarik untuk
mengkaji salah satu metode Ulama Indonesia dalam menafsirkan Al-Qur’an. Yaitu,
penafsiran Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, yang tercantum dalam tafsir al-Azhar
karangan Buya Hamka pada surat Yasin.
Penelitian ini merupakan studi pustaka (library research) dengan pendekatan kajian
tokoh. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah kitab Tafsir al-Azhar yang
ditulis oleh Buya Hamka. Adapun sumber data sekunder yang diperoleh dari sumber-sumber
lain yang berkaitan dengan judul penelitian, penulis menggunakan rujukan
sekunder yaitu, kitab “kaidah-kaidah tafsir” karangan Prof. Dr. H. Salman Harun,
“Kaidah Tafsir” karangan M. Quraish Shihab.
Penerapan bentuk-bentuk kaidah tafsir Al-Qur’an dengan Al-Qur’an dalam surat Yasin
pada tafsir al-Azhar terdapat sepuluh poin dari sembilan ayat yang berbeda. Sehingga,
dapat diartikan bahwasanya Buya HAMKA pun juga menafsirkan Al-Qur’an dengan
Al-Qur’an atau bisa disebut tafsir bil-Ma’tsur. Serta Kelebihan dalam tafsir al-Azhar,
beliau ketika mencantumkan hadits dalam memperkuat tafsirnya selalu menyebutkan
raawi hadits dan derajat hadits tersebut. Kekurangannya yaitu terdapatnya riwayat
isroiliyyat didalam tafsir beliau, akan tetapi beliau bersikap tegas dan kritis dalam hal
ini dan lebih mengutamakan untuk mencukupkan diri terhadap apa yang datang dari
Allah dan Rasulullah yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Serta ketentuan antara hal-hal
yang harus diperhatikan dalam penafsiran Al-Qur’an dengan Al-Qur’an sesuai dengan
apa yang terdapat pada tafsir Al-Azhar, sehingga dapat dipastikan tidak terdapat
penyimpangan didalamnya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bentuk Kaidah Penafsiran, Surat Yasin, Tafsir Al-Azhar |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
| Depositing User: | S.I.P Joko Riyanto |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 04:54 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 03:38 |
| URI: | https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/114 |
