Nufus, Fathimah Az-zahra Zakiyyatun (2023) Studi Perbandingan Penafsiran Ayat-Ayat Tentang Ghibah Dalam Tafsir Al-Munir Dan Tafsir Al-Misbah. Diploma thesis, STIQ Isy Karima.
1. Cover.pdf
Download (1MB)
2. BAB I.pdf
Download (319kB)
3. BAB II.pdf
Download (257kB)
4. BAB III.pdf
Download (360kB)
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (234kB) | Request a copy
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (88kB) | Request a copy
7. Daftar Pustaka.pdf
Download (178kB)
Abstract
Banyak manusia pada zaman modern ini sudah menganggap bahwa
membicarakan orang lain (ghîbah) adalah hal yang wajar (biasa) untuk dilakukan.
Bahkan, mereka menjadikan hal tersebut (ghîbah) sebagai salah satu acara TV
yang akan dilihat oleh manusia dari berbagai usia / kalangan. Hal ini membuat
orang-orang awam menganggap membicarakan orang lain (ghîbah) sebagai hal
yang mubah (boleh), karena maraknya hal tersebut di masyarakat sekitar.
Khususnya kaum hawa, mereka sering melakukan hal tersebut (ghîbah) lewat
obrolan santai, curhat dan lain sebagainya. Pada dasarnya, membicarakan orang
lain sesuai fakta yang ada pada dirinya merupakan ghîbah. Penelitian ini
menggunakan Tafsir al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili dan Tafsir al-Mishbah
karya M. Quraish Shihab, karena kedua tafsir ini populer dan memiliki banyak
kontribusi di masyarakat disebabkan corak kedua tafsir adalah adabi ijtima’i.
Penelitian ini bermaksud mengetahui penafsiran ghibah dalam kedua tafsir di atas
dan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan penafsiran ghibah dari kedua
kitab tafsir di atas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka yang
menggunakan metode dokumentasi dalam pengumpulan data dan metode muqorin
dengan sumber primer Tafsir al-Munir dan Tafsir al-Mishbah serta sumber
sekunder semua karya yang terkait dengan tema yang dikaji.
Hasil dari penelitian terhadap perbandingan penafsiran tentang ghîbah dalam
Tafsir Al-Munir dan Tafsir Al-Mishbah ini menunjukkan bahwa ghîbah hukum
asalnya adalah haram kecuali ghîbah-ghîbah yang diperbolehkan oleh para ulama,
diantaranya: 1.) Melaporkan tindak kezaliman / pelanggaran, 2.) Meminta
pertolongan untuk mengubah kemungkaran kepada seseorang yang memiliki
kemampuan tersebut, 3.) Meminta fatwa, 4.) Untuk mewaspadai orang-orang fasik
dengan menyebut keburukannya, 5.) Untuk mewaspadai bahaya yang berskala
luas, 6.) Mengidentifikasi julukan yang sudah terlanjur populer. Adapun
Persamaan dan perbedaan penafsiran ghîbah antara Tafsir al-Munir dan Tafsir alMishbah adalah isi penafsiran secara keseluruhan sama, tetapi narasi, ciri /
klasifikasi jumlah dan hadits yang mendukung penafsiran berbeda.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ghîbah, Tafsir al-Munir, Tafsir al-Mishbah, Quraish Shihab, Wahbah az-Zuhaili. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
| Depositing User: | S.I.P Joko Riyanto |
| Date Deposited: | 09 Feb 2026 06:55 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 03:57 |
| URI: | https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/129 |
