Golongan Manusia Yang Dicintai Dan Dibenci Allah Dalam Tafsir Dalam Tafsir Al-Maraghi

Salmah, Umi (2023) Golongan Manusia Yang Dicintai Dan Dibenci Allah Dalam Tafsir Dalam Tafsir Al-Maraghi. Diploma thesis, STIQ Isy Karima.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (694kB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf

Download (365kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf

Download (304kB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf

Download (491kB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (548kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB V.pdf] Text
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (121kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. Daftar Pustaka.pdf] Text
7. Daftar Pustaka.pdf

Download (178kB)

Abstract

Melihat zaman sekarang ini, banyak manusia yang masih lalai dan menganggap
sepele apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Mereka tidak sadar bahwa di dalam al-Qur’an telah disebutkan tentang mereka yang
akan mendapatkan jaminan cinta dan murka dari Allah Subhanahu wa Ta’ala
karena perbuatan mereka yang dicintai dan dibenci-Nya. Allah Subhanahu wa
Ta’ala juga akan memberikan balasan yang sesuai dari setiap apa yang mereka
kerjakan. Maka, kita sebagai umat Islam harus lebih mengetahui siapakah golongan
manusia yang dicintai dan dibenci Allah, supaya kita mendapatkan cinta dari-Nya
dan terhindar dari murka-Nya.
Skripsi ini termasuk kedalam jenis penelitian kepustakaan (library research),
metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan metode analisa
data menungganakan metode tematik tokoh.
Berdasarkan penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa golongan manusia yang
dicintai Allah adalah orang-orang yang berbuat baik (muḥsinīn), bertaubat
(tawwābīn), mensucikan diri (mutaṭahhirīn), bertaqwa (muttaqīn), bersabar
(ṣābirīn), bertawakkal (mutawakkilīn), berlaku adil (muqsiṭīn), dan orang-orang
yang berjihad di jalan Allah. Sedangkan golongan manusia yang dibenci Allah
adalah orang-orang kafir (kāfīrīn), orang-orang yang melampaui batas (mu’tadīn),
orang-orang dzalim (dzālimīn), orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi
(mufsidūnā fîl ârdh), orang-orang yang berlebih-lebihan (musrifūn), berkhianat
(khāinūn), orang-orang sombong (mustakbirūn), orang-orang sombong dan
membanggakan diri (mukhtālin fakhūr), orang-orang yang membanggakan diri
(fārihīn). Ahmad Mushthafa al-Maraghi menjelaskan bahwa mereka yang dicintai
Allah akan dibalas dengan balasan yang terbaik, yaitu surga yang kekal dan
didalamnya terdapat kenikmatan-kenikmatan yang tidak ada habisnya. Selain itu,
mereka juga akan mendapatkan cinta, kasih sayang, dan keridhaan dari-Nya karena
perbuatan baik yang mereka lakukan. Sedangkan untuk mereka yang dibenci-Nya,
mereka akan mendapatkan balasan yang terburuk, mereka akan dimasukkan
kedalam neraka Jahannam dan akan di hinakan serta akan kekal di dalamnya dengan
segala macam adzab yang paling pedih dan tidak ada habisnya. Mereka juga akan
mendapatkan murka dari-Nya karena perbuatan buruk yang mereka lakukan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Cinta, Benci, Tafsîr Al-Marâghî
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 10 Feb 2026 04:23
Last Modified: 12 Feb 2026 04:00
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/131

Actions (login required)

View Item
View Item