Mukminah, Raisatul (2022) Studi Penafsiran Ayat-ayat Al-'Afw Dan Ash-Shafh Dalam Tafsir Al-Azhar. Diploma thesis, STIQ Isy Karima.
1. Cover.pdf
Download (744kB)
2. BAB I.pdf
Download (295kB)
3. BAB II.pdf
Download (329kB)
4. BAB III.pdf
Download (324kB)
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (367kB) | Request a copy
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (151kB) | Request a copy
7. Daftar Pustaka.pdf
Download (175kB)
Abstract
Akhlak seseorang akan diuji ketika dirinya terjebak dalam sebuah perselisihan baik
antara individu ataupun antar kelompok ketika mereka saling berinteraksi, sehingga
selama manusia masih berinteraksi antar sesamanya maka perselisihan akan selalu
ada. Pada kondisi inilah manusia dituntut untuk saling memahami perilaku orang
lain dengan cara memaafkannya.
al-Qur`an menyebutkan beberapa istilah untuk menyebutkan pemaafan dan usaha
menjalin hubungan baik antara manusia dengan Allah yaitu taba, al-‘afw, ghafara,
kaffara dan ash-shafh. Namun pada penelitian ini hanya membahas ayat-ayat yang
menyebutkan al-‘afw dan ash-shafh pada satu ayat. Karena dari 8 kali kata ashshafh 4 diantaranya berdampingan dengan kata al-’afw.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran Hamka mengenai ayatayat al-‘afw dan ash-shafh dalam Tafsir al-Azhar. Juga untuk mengetahui
kontekstualisasi penafsiran ayat-ayat al-‘afw dan ash-shafh dalam Tafsir al-Azhar
dengan kehidupan sosial masyarakat.
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan (library research),
dengan menggunakan metode deskriptif-analitis, yakni memaparkan dengan jelas,
rinci, dan mengaitkan hal-hal yang berkaitan mengenai informasi yang berkaitan
dengan al-Qur`an. Adapun teknik pengumpulan data mengunakan teknik
dokumentasi, yaitu mengumpulkan data yang berhubungan dengan objek penelitian
dari kitab tafsir dan buku-buku yang relevan dengan pembahasan.
Hasil penelitian ini ditemukan bahwa Hamka menafsirkan kata al-‘afw dengan
memaafkan. Sedangkan kata ash-shafh ditafsirkan dengan berlapang dada dan
membiarkan dengan tidak mengambil hati perangai orang yang bersalah. Adapun
kontekstual penafsiran dari ayat-ayat al-‘afw dan ash-shafh pada penelitian ini
adalah: perintah memaafkan tetap diperintahkan pada orang kafir selama kesalahan
mereka tidak berkaitan dengan syi’ar Islam. Namun jika kesalahan mereka
merugikan kemuliaan Islam maka harus diperangi sampai mereka membayar
jizyah. Perintah memaafkan diberikan kepada saudara sesama muslim dan keluarga
tanpa harus menunggu permintaan maaf. Disertai sikap lapang dada dengan tetap
berbuat baik kepada mereka sama seperti sebelum ada konflik dan membimbing
mereka kepada kebaikan disertai dengan kasih sayang dan do’a agar mereka
kembali kepada kebenaran.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | al-‘Afw, ash-Shafh, Maaf, Tafsir Al-Azhar |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
| Depositing User: | S.I.P Joko Riyanto |
| Date Deposited: | 16 Feb 2026 01:15 |
| Last Modified: | 16 Feb 2026 01:15 |
| URI: | https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/143 |
