Larangan Berbuat Kerusakan Di Bumi Perspektif Tafsir Al- Munir

Nafisah, Nafisah (2022) Larangan Berbuat Kerusakan Di Bumi Perspektif Tafsir Al- Munir. Diploma thesis, STIQ Isy Karima.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf

Download (684kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf

Download (689kB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf

Download (875kB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (605kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB V.pdf] Text
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (345kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. Daftar Pustaka.pdf] Text
7. Daftar Pustaka.pdf

Download (463kB)

Abstract

Banyaknya peristiwa-peristiwa bencana alam yang terjadi dan mengakibatkan
kerugian dan kerusakan bagi makhluk hidup, khususnya bagi manusia tidak lain
itu, bersumber dari perilaku manusia berbuat kerusakan di bumi. Penelitian ini
bertujuan untuk memahami bagaimana penafsiran Wahbah Zuhaili terhadap
larangan berbuat kerusakan di bumi, serta implementasi penafsiran tersebut dalam
kehidupan saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan
pendekatan deskriptif analitik.
Sumber data primernya adalah kitab Tafsir al-Munir karya Wahbah Zuhaili.
Sedangkan sumber data sekunder adalah kitab tafsir dan buku-buku lain yang
memiliki keterkaitan dan pembahasan dengan penelitian ini. Penelitian ini
menggunakan dokumentasi dan metode tematik (maudhu‟i) sebagai teknik
analisis data.
Hasil analisa penelitian ini adalah larangan berbuat kerusakan di bumi dalam
kehidupan saat ini terdiri dari tiga aspek: Pertama, aspek aqidah adalah
menyekutukan Allah, berbuat kufur. Kedua, aspek sosial adalah berbuat maksiat,
berbuat zina, berbuat penipuan, mengurangi takaran dan timbangan dalam jualbeli, berbuat curang, penyelewengan. Ketiga, aspek lingkungan hidup adalah
terjadinya kerusakan gunung seperti gempa bumi, tanah longsor, kerusakan hutan
seperti kebakaran hutan, kerusakan laut seperti pertambangan di wilayah pesisir,
kerusakan dalam perubahan iklim seperti menipisnya lapisan ozon. Jika
dihubungkan dengan pandangan Wahbah Zuhaili melalui ayat-ayat yang berkaitan
dengan kerusakan di bumi, kita dilarang berbuat kerusakan sedikitpun di bumi
setelah Allah memperbaikinya, dengan apa yang dibangun oleh para rasul dan
pengikut mereka yang berbuat kebaikan, serta diperkuat oleh orang-orang yang
berakal ikhlas, baik dari segi materil maupun moril, seperti penguatan saranasarana kehidupan, pertanian, industri, perdagangan, penataan akhlak, anjuran
berbuat adil, musyawarah, kerja sama, dan saling menyayangi. Solusi
menanggulangi kerusakan di bumi adalah meningkatkan keimanan dan
ketakwaan, sadar terhadap lingkungan, pengelolaan yang berkelanjutan.
Kata Kunci: Larangan Berbuat Kerusakan, Larangan Berbuat Kerusakan di Bumi,
Tafsir al-Munir

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Larangan Berbuat Kerusakan, Tafsir Al-Munir
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 22 Feb 2026 02:29
Last Modified: 22 Feb 2026 02:29
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/154

Actions (login required)

View Item
View Item