Berputus Asa Dari Rahmat Allah Dalam Tafsir Al-Maraghi

Afdhalani, Siti Nur (2022) Berputus Asa Dari Rahmat Allah Dalam Tafsir Al-Maraghi. Diploma thesis, STIQ Isy Karima.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf

Download (379kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf

Download (304kB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf

Download (544kB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (348kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB V.pdf] Text
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (175kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. Daftar Pustaka.pdf] Text
7. Daftar Pustaka.pdf

Download (194kB)

Abstract

Salah satu diantara sifat buruk yang dimiliki oleh manusia adalah putus asa. Putus
asa sering terjadi akibat hilangnya harapan yang membuat seseorang menjadi
berhenti berharap kepada Allah. Putus asa adalah suatu sifat yang amat berbahaya
dalam jiwa manusia. Sebab itu, sifat putus asa tidak boleh dibiarkan tumbuh apalagi
berkembang dalam jiwa manusia. Khususnya kepada umat Islam, sangatlah
dilarang berputus asa dari Rahmat Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ. Oleh karena itu,
penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana penafsiran
ayat-ayat berputus asa dari rahmat Allah dalam Tafsîr al-Marâghî beserta
kontekstualisasinya pada kehidupan masyarakat masa kini.
Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research). Metode
pengumpulan data berupa dokumentasi. Metode analisa data yang digunakan yaitu
Tematik Konseptual. Adapun sumber primer dalam penelitian ini adalah kitab
Tafsîr al-Marâghî karya Ahmad Mushthafa al-Maraghi Sedangkan sumber data
sekundernya berupa kitab-kitab tafsir, buku, jurnal, artikel yang relevan dengan
tema penelitian ini.
Hasil analisa penelitian ini bahwasanya penafsiran ayat-ayat berputus asa dari
rahmat Allah dalam Tafsîr al-Marâghî terdapat pada kata yaisa dan qanatha yang
memiliki makna sama yaitu putus asa, akan tetapi berbeda pada aplikasi dalam
perbuatannya. Kata yaisa bentuk keputusasaan yang hanya ada pada benak
seseorang, sedangkan kata qanatha bentuk keputusasaan yang telah berpengaruh
pada perbuatan. Kemudian penafsiran ayat-ayat berputus asa dari rahmat Allah
dalam Tafsîr al-Marâghî terdapat sepuluh ayat meliputi sebab-sebab berputus asa
dari rahmat Allah, larangan berputus asa dari rahmat Allah dan ciri-ciri berputus
asa dari rahmat Allah. Adapun kontekstualisasinya adalah sikap pesimis yang
sangat mendominasi dalam kehidupan manusia, menyebabkan manusia berhenti
berharap kepada Allah serta hilangnya keimanan dalam diri manusia, mereka
cenderung buta terhadap janji kemudahan dan pertolongan yang akan Allah berikan
kepada mereka. Sungguh mereka itu sangat jauh hatinya dari mengingat Allah yang
menjadikan mereka tidak menyadari akan limpahan rahmat dan kasih sayang Allah
yang amat sangat luas. Maka solusi berputus asa dari rahmat Allah yaitu dengan
meningkatkan keimanan kepada Allah, mengutamakan sabar dan syukur.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Berputus Asa, Berputus Asa Dari Rahmat Allah, Tafsîr al-Marâghî.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 22 Feb 2026 07:01
Last Modified: 22 Feb 2026 07:01
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/166

Actions (login required)

View Item
View Item