Penafsiran Lafazh Dzillah Dan Khizyun Dalam Kitab Shafwat At-Tafasir

Haidar, Amjad (2022) Penafsiran Lafazh Dzillah Dan Khizyun Dalam Kitab Shafwat At-Tafasir. Diploma thesis, STIQ Isy Karima.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf

Download (609kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf

Download (345kB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf

Download (830kB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (529kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB V.pdf] Text
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (119kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. Daftar Pustaka.pdf] Text
7. Daftar Pustaka.pdf

Download (170kB)

Abstract

Dewasa ini kita melihat bahwa banyak diantara manusia yang melakukan segala
perbuatan untuk mendapatkan keinginannya. Baik itu perbuatan yang
diperbolehkan ataupun tidak menurut aturan yang berlaku. Hingga pada perbuatan
yang menghinakan diri mereka sendiri seperti mencuri, merampok, dan lain-lain.
Lafazh tentang kehinaan dalam al-Qur’an terdapat beberapa lafazh seperti: alhawân, dzillah, khizyun, al-fadhîhah, dan al-adnâ. Namun, pada penelitian kali ini
hanya membahas lafazh dzillah dan khizyun saja. Karena dua lafazh memiliki
makna yang lebih luas bila diperdalam lagi. Lafazh dzillah serta derivasinya dalam
al-Qur’an disebutkan 24 kali di 23 ayat, sedangkan lafazh khizyun terdapat pada 26
kali di 24 ayat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran kata dzillah dan
khizyun dalam kitab Shafwat at-Tafâsîr serta mengetahui makna kontekstual
penafsiran lafazh dzillah dan khizyun dalam dalam kitab Shafwat at-Tafâsîr.
Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research),
dengan menggunakan metode maudhûi tahlili (tematik analitis). Penggunaan
metode ini agar pembahasannya dapat dipahami dengan baik dan komperehensif.
Hasil kajian menunjukkan bahwa lafazh dzillah ditafsirkan dengan Hina dan rendah
di dunia, jauh dari rahmat Allah, hina karena azab, lemah, lemah lembut, tunduk,
dan mudah. Sedangkan khizyun ditafsirkan dengan perilaku yang menghinakan,
hukuman, hina di dunia, rasa malu, kekalahan, azab di dunia, dan azab di akhirat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa makna kontekstual lafazh dzillah seperti:
perilaku rendah bani israil, dijajah oleh bangsa lain, jauh dari rahmat Allah,
mendapat azab di akhirat, manusia makhluk yang lemah, rendah hati, lebah tunduk
pada perintah Allah, binatang ditundukkan untuk manusia, dan alam yang
dimudahkan untuk manusia. Sedangkan makna kontekstual lafazh khizyun seperti:
hina dengan perilaku, kekalahan dalam perang, hukuman bagi muharibin, melihat
perbuatan keji, terbukanya aib sendiri, azab kaum terdahulu, dan azab di neraka.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Dzillah, Khizyun, Shafwat at-Tafâsîr
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 23 Feb 2026 02:31
Last Modified: 23 Feb 2026 02:31
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/168

Actions (login required)

View Item
View Item