Studi Penafsiran Lafazh Al-Haya Dalam Kitab Shafwatu At-Tafasir

Ikhsan, June Maulana (2022) Studi Penafsiran Lafazh Al-Haya Dalam Kitab Shafwatu At-Tafasir. Diploma thesis, STIQ Isy Karima.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf

Download (471kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf

Download (335kB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf

Download (394kB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (426kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB V.pdf] Text
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (100kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. Daftar Pustaka.pdf] Text
7. Daftar Pustaka.pdf

Download (131kB)

Abstract

Al-Hayâ’ atau malu merupakan sebagian dari keimanan seseorang dan mencegah
pemiliknya dari sifat yang akan menimbulkan celaan serta mengarah kepada
kehinaan. Saat ini terdapat pergeseran nilai malu dalam masyarakat sehingga
sebagian orang menganggap bahwa malu adalah sifat buruk yang harus dijauhi.
Akan tetapi rasa malu juga tidak menjadi penghalang dalam menuntut ilmu dan
menyampaikan kebenaran. Telah banyak referensi penelitian mengenai malu dalam
hadis, namun belum banyak yang menelitinya melalui ayat-ayat al-Qur’an.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran lafazh al-hayâ’ dalam
shafwatu at-tafâsîr karya ‘Ali ash-Shôbûnî dan kontekstualisasinya dalam
keseharian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepustakaan
(library research) dengan pendekatan tematik (maudhû’i), Yaitu mengumpulkan
ayat-ayat yang terdapat lafazh al-hayâ’, menjelaskan penafsirannya dalam shafwatu
at-tafâsîr kemudian penerapannya sesuai kontesktualisasi pada saat ini.
Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, Hasilnya adalah pengulangan kata malu
dalam al-Qur’an sebanyak 4 kali. Pada Surat Al-Baqarah: 26, Surat Al-Qashash:
25, dan pada Surah Al-Ahzâb: 54 sebanyak 2 kali. Lafazh Al-Hayâ’ memiliki arti
Sebagai sifat yang mencegah dari sikap acuh terhadap hak orang lain dan ingkar
terhadap janji, sebagai perasaan yang mengakibatkan seseorang menjalin
silaturahmi dan menjaga diri dari perbuatan yang dapat mempermalukan atau
menyinggung perasaan orang lain, dan yang berarti menahan diri dari perkataan dan
perbuatan yang dapat mendatangkan cacian serta mendorong pemiliknya untuk
berbakti kepada orang tua.
Kontekstualisasi dari ayat-ayat tersebut adalah, keyakinan mutlak terhadap janji
dan ketetapan Allah, wanita sholihah senantiasa menghiasi diri dengan rasa malu,
menjaga kesopanan ketika bertamu, membatasi diri dengan adab ketika menghadiri
walimah, berhijab merupakan kewajiban bagi muslimah, etika sebagai wanita karir.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Lafazh al-Hayâ’, Shafwatu at-Tafâsîr
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 23 Feb 2026 02:44
Last Modified: 23 Feb 2026 02:44
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/169

Actions (login required)

View Item
View Item