Penafsiran Tentang Kepemimpinan Dalam Al-Quran Surah An- Nisaa' Ayat 58-59 (Studi Komparasi Tafsir Fi Zilaal Al-Quran Dan Tafsir Al-Misbah)

Atied, Ahmad (2022) Penafsiran Tentang Kepemimpinan Dalam Al-Quran Surah An- Nisaa' Ayat 58-59 (Studi Komparasi Tafsir Fi Zilaal Al-Quran Dan Tafsir Al-Misbah). Diploma thesis, STIQ Isy Karima.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (748kB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf

Download (315kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf

Download (765kB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf

Download (848kB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (726kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB V.pdf] Text
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (157kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. Daftar Pustaka.pdf] Text
7. Daftar Pustaka.pdf

Download (142kB)

Abstract

Kepemimpinan sebenarnya merupakan sebuah tanggung jawab dan tugas yang teramat
berat. Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah dan menjadi pemimpin
bukanlah tujuan hidup. Namun pada kenyataannya banyak pula orang yang mengangkat
diri sebagai pemimpin. Baik itu di kalangan mahasiswa, organisasi, maupun di lingkungan
masyarakat umumnya. Namun sikap ambisi utnuk menjadi pemimpin itu ternyata masih
banyak yang melenceng dari cara- cara yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Penelitian ini adalah penelitian tentang al-Qur’ân dan tafsir, maka penelitian ini termasuk
jenis penelitian kepustakaan (library research) dan sifatnya adalah deskriptif. Untuk
mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan objek penelitian, maka penulis
menggunakan pendekatan metode maudhû‟îy (tematik) dan muqâran (komparatif).
Dalam proses pengumpulan data, penulis mengumpulkan, membaca, mencatat dan
mengutip dan membandingkan hasil dari data-data tersebut. Sumber data yang digunakan
ada dua macam yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber primer pada penelitian ini
adalah al-Qur’ân al- Karim, buku Tafsîr al-Misbâh, dan buku Tafsîr Fî Zhilâl al-Qur‟ân.
Mereka pun sepakat bahwa pemimpin orang yang beriman haruslah dari golongan orang
yang beriman juga. Karena sosok pemimpin itu adalah sebagai salah satu penghubung
antara hamba dengan Allah yang ikut mengatur urusan nya melalui tangan pemimpin
tersebut.
Sayyid Qutub dan Muhammad Quraish Shihab merupakan tokoh mufassir kontemporer
yang ternama. Pemikiran Sayyid Quthb dalam Tafsîr Fî Zhilâl al-Qur‟ân dan Quraish
Shihab dalam Tafsîr al- Misbâh tidak lepas dari hasil kiprah mereka dalam pergerakan
nasional dan pemerintahan di wilayah mereka masing-masing. Sehingga sudah dapat
dipastikan tafsir mereka turut menyertakan penjelasan yang kompleks dalam masalah
kepemimpinan yang diajarkan oleh Allah dalam al-Qurân. Mereka pun sepakat bahwa
pemimpin orang yang beriman haruslah dari golongan orang yang beriman juga. Karena
sosok pemimpin itu adalah sebagai salah satu penghubung antara hamba dengan Allah yang
ikut mengatur urusan nya melalui tangan pemimpin tersebut. Adapun perbedaan dari kedua
tafsir ini terdapat pada sikap dan pandangan terhadap pengikut pemimpin yang kafir juga
kepemimpinan wanita yang dianggap sebagai beban tambahan untuk mereka. Dengan
demikian jika seorang pemimpin telah memenuhi syarat dan memiliki sifat-sifat hasanah
yang ditonjolkan dalam setiap tindakannya, Insya Allah pemimpin tersebut mampu
menciptakan masyarakat yang islami dan menjadikan negaranya baldatun thayyibatun wa
rabbun ghafûr.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: ahmadatied@gmail.com
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 23 Feb 2026 03:24
Last Modified: 23 Feb 2026 03:24
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/171

Actions (login required)

View Item
View Item