Al-As’ad, Hafidz Rifa’I (2021) Makna Tabayyun Dalam Al- Qur’an (Studi Komparatif Antara Tafsir Al-Wasith Dan Tafsir Al-Mishbah). Diploma thesis, STIQ Isy Karima.
1. Cover.pdf
Download (500kB)
2. BAB I.pdf
Download (194kB)
3. BAB II.pdf
Download (203kB)
4. BAB III.pdf
Download (409kB)
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (160kB) | Request a copy
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (96kB) | Request a copy
7. Daftar Pustaka.pdf
Download (95kB)
Abstract
Pada zaman era globalisasi saat ini berita dan informasi tersebar secara cepat tanpa batas. Terlebih internet tidak hanya menyajikan informasi formal dan baku semata tapi juga informasi tanpa formalitas. Masa kini tidak jarang fitnah disuguhkan sebagai kebenaran, maksiat dikemas dalam hiburan dan keburukan manusia disiarkan. Maka, dalam menghadapi era globalisasi diperlukan Tabayyun sebelum mengambil keputusan dalam menerima kabar. Tabayyun adalah proses dalam memverifikasi terhadap kebenaran suatu kabar. Penelitian ini membahas tentang bagaimana penafsiran ayat-ayat tabayyun dalam al-Qur’an menurut tafsir al-Wasith dan tafsir al-Misbah dalam menerima kabar. Analisa ini juga berfokus pada persamaan dan perbedaan dari penafsiran dan pengertian wahbah az-zuhaili dan quraish shihab terhadap tabayyun dalam al-Qur’an.
Metode yang digunakan penulis dalam penelitian skripsi ini adalah dengan jenis penelitiannya yaitu library research (kajian pustaka). Data primer berasal dari tafsir al-Wasith dan al-Misbah sedangkan data sekunder berasal dari bahan rujukan kepustakaan. Penulisan skripsi ini juga menggunakan studi komparatif yaitu membandingkan antara Tafsir Al-Misbah dan Tafsir Al-Wasith sehingga dapat diketahui penafsiran, persamaan dan perbedaan dari masing-masing mufassir.
Hasil Penafsiran tabayyun wahbah az-Zuhaili yang diuraikan secara umum yaitu selektif akan kebenaran suatu berita, terlebih itu datang dari orang fasik agar tidak ditimbulkan rasa penyesalan oleh pihak manapun. Sedangkan Quraish shihab menafsirkan secara merinci namun lebih ditekankan pada maknanya yaitu proses utama atas kevalidan suatu berita penting, terutama yang datang dari orang fasik agar tidak ditimbulkan suatu fitnah dan bisa dengan cara meminta bantuan yang memiliki integritas dari pihak ketiga. Persamaan Wahbah az-Zuhaili dan M.Quraish Shihab sama-sama menyatakan lebih teliti dalam menerima kabar terutama dari orang fasik, lakukan tabayyun yang merupakan perintah Allah ta’ala dengan tujuan menghindari dari suatu kemudaratan atau rasa penyesalan. Perbedaan terdapat dalam metodologi, Wahbah az-Zuhaili menggunakan metode Ijmali dalam menafsirkan ayat-ayat tabayyun dalam al-Qur’an secara ringkas, sedangkan M.Quraish Shihab menggunakan metode tahlili dalam menafsirkan sehingga dapat memahami tafsir lebih kompleks.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tabayyun, Tafsir al-Wasith, Tafsir al-Misbah |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
| Depositing User: | S.I.P Joko Riyanto |
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 02:11 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 02:11 |
| URI: | https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/189 |
