Studi Komparasi Tentang Setan Menurut Penafsiran Buya Hamka dan Penafsiran As-Sya'rawi

Rahmatu A, Wakhidia (2021) Studi Komparasi Tentang Setan Menurut Penafsiran Buya Hamka dan Penafsiran As-Sya'rawi. Diploma thesis, STIQ Isy Karima.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (486kB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf

Download (239kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf

Download (222kB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf

Download (239kB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (187kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB V.pdf] Text
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (95kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. Daftar Pustaka.pdf] Text
7. Daftar Pustaka.pdf

Download (90kB)

Abstract

Setân merupakan musuh manusia, sebagaimana Allah ingatkan dalam al-Qur’an surah Fathir ayat 6 yang artinya Sesungguhnya setân bagi kalian wahai manusia adalah musuh abadi, maka jadikanlah ia sebagai musuh kalian dengan terus menerus melawannya, salah satu ayat utama tentang tipu daya setân tersebutlah dalam surah Ibrahim ayat 22. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna serta perbedaan dan persamaan penafsiran tentang setân dalam surah Ibrahim ayat 22 menurut Buya Hamka dan Syaikh asy-Sya’rawi.
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pustaka. Sumber primer yang digunakan ialah Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir asy-Sya’rawi karya Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparasi, yaitu membandingkan penafsiran Buya Hamka dengan Syaikh Asy-Sya’rawi tentang setân Dalam Surah Ibrahim Ayat 22.
Penafsiran tentang setân didalam surah Ibrahim ayat 22 menurut kitab tafsir Al-Azhar dan tafsir Asy Sya’rawi yaitu sifat suatu makhluk dalam hal ini ialah jin dan manusia, yang durhaka kepada Allah serta mengajak makhluk lainnya mendurhakai Allah, mereka inilah disebut setân. Diantara perbedaan penafsiran tentang setân dalam surah Ibrahim ayat 22 dari kedua mufasir tersebut yaitu makna kalimat maa ana bimusrighikum wamaa antum bisurighi. Sedangkan persamaannya yaitu dari metode keduanya dalam menafsirkan al-Qur’an yaitu mengumpulkan beberapa ayat yang saling berkaitan dengan tema yang dibahas. Persamaan lainya yaitu penafsiran makna kalimat asy-syaithan, dan lamma qudiya amr.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Setân Dalam Surah Ibrahim, Studi Komparasi, Tafsir asy-Sya’rawi, Tafsir al-Azhar.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 25 Feb 2026 04:21
Last Modified: 25 Feb 2026 04:21
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/195

Actions (login required)

View Item
View Item