Ningsih, Sucila (2021) Makna Lafazh Al-Bala' Dalam Al-Qur'an (Telaah Tafsir Al-Misbah). Diploma thesis, STIQ Isy Karima.
1. Cover.pdf
Download (452kB)
2. BAB I.pdf
Download (158kB)
3. BAB II.pdf
Download (202kB)
4. BAB III.pdf
Download (363kB)
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (180kB) | Request a copy
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (91kB) | Request a copy
7. Daftar Pustaka.pdf
Download (100kB)
Abstract
Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa hidup diwarnai dengan ujian. Ujian dibahasakan menggunakan lafazh Al-balā. ujian bisa berbentuk kebaikan dan keburukan. Namun seringkali dalam kebudayaan sosial bangsa Indonesia diartikan sebagai sesuatu yang berkonotasi negatif. Karenanya penulis akan mengkaji makna Al-balā’, serta memaparkan kelebihan dan kekurangan dari kitab tafsir Al-Mishbah. Dalam Bahasa Arab Al-balā’ bermakna al-Ikhtibar, juga berarti ujian dan petaka (Al-Ihtibaru wa Al-Imtihanu), Al-balā’ terkandang bermakna kegembiraan agar seseorang semakin bertambah syukur kepada Allah juga bermakna kesusahan agar seseorang bisa makin bersabar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna al-bala’ dalam Tafsîr Al-Mishbâh
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode tematik (maudhu’i). Adapun sumber primer yang digunakan yaitu kitab Tafsîr Al-Mishbâh dan buku-buku yang terkait dengan tema Al-balā’. Hasil penelitian ini, menjelaskan bahwa lafazh al-bala bermakna ujian yang mencakup kebaikan dan keburukan. Adapun kelebihan dari kitab tafsir Al-misbah antara lain Menggunakan bahasa Indonesia yang dapat memudahkan para pembaca, Tafsir Al-Mishbah termasuk tafsir kontemporer penyempurna tafsir-tafsir nusantara sebelumnya, Sumber-sumbernya menggunakan Tafsir bil Ma’tsur dan bi ar-Ra’yi, selalu konsisten dalam mengurai kalimat-kalimat dalam setiap ayat al-Quran, penggunaan rujukan yang beragam sehingga mudah untuk di pahami berbagai kalangan, Adapun Kekurangannya adalah Penafsirannya menggunakan bahasa Indonesia yang menunjukkan tafsir tafsir tersebut bersifat lokal, juga lebih didominasi bil ra’yi. M. Quraish Shihab juga terkadang seringkali menuqil pendapat ilmuan-ilmuan, Orientalis, Filosuf Barat, juga kitab perjanjian lama dan baru dan Mufassir Syi’ah, Penuqilan hadits yang dilakukan tidak berpedoman pada ketentuan yang tetapkan para oleh ulama hadits, seringkali penafsirannya mengalami pengulangan-pengulangan yang dapat menimbulkan kejenuhan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | lafazh al-bala’, kitab Tafsîr Al-Mishbâh |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
| Depositing User: | S.I.P Joko Riyanto |
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 04:40 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 04:40 |
| URI: | https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/196 |
