Studi Komparasi Penafsiran Henry Shalahuddin Dan Musdah Mulia Terhadap Ayat-Ayat Kesetaraan Gender

Latifah, Sana (2021) Studi Komparasi Penafsiran Henry Shalahuddin Dan Musdah Mulia Terhadap Ayat-Ayat Kesetaraan Gender. Diploma thesis, STIQ Isy Karima.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (502kB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf

Download (231kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf

Download (289kB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf

Download (375kB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (161kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB V.pdf] Text
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (128kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. Daftar Pustaka.pdf] Text
7. Daftar Pustaka.pdf

Download (151kB)

Abstract

Agama seringkali diindikasikan dengan ketimpangan gender. Musdah Mulia
mengkaji Al-Qurʻan sebagai dalil kesetaraan gender sebagai interpretasi baru dari
penafsiran ulama patriarki. Berbeda dengan Henry Shalahuddin menilai adanya
indikasi feminime Barat dalam kesetaraan gender.
Penelitian ini adalah penelitian bersifat penelitian kepustakaan (library research).
Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi. Metode yang digunakan yakni komperatif,
metode ini menafsirkan ayat-ayat Al-Qur‟an dengan membandingkan antara ayat
dengan hadits atau dengan berbagai pendapat mufassir dalam menafsirkan suatu
ayat dengan menonjolkan uraian-uraian perbedaannya. Adapun sumber data primer
atau rujukan utamanya yaitu buku-buku karya Henry Shalahuddin dan karya
Musdah Mulia. Sedangkan sumber data sekunder yaitu literatur dari buku, jurnal ilmiah,
skripsi, dan artikel yang relevan dengan tema.
Hasil analisa dari penelitian ini didapatkan bahwa konsep kesetaraan gender
adalah Al-Qurʻan yang disimpulkan Henry adalah konsep keluarga dan yang
disimpulkan Musdah adalah implikasi ajaran tauhid. Dan terdapat persamaan dan
perbedaan penafsiran terhadap dalil-dalil Al-Qurʻan tentang kesetaraan gender
antara Henry Shalahuddin dan Musdah Mulia diantaranya, persamaan melihat Al Quran
memuliakan perempuan dan tidak membeda-bedakan kedudukan antara
laki-laki dan perempuan, dan perbedaan melihat makna ayat penciptaan manusia
pertama, syariat hak waris dan hijab.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Konsep Kesetaraan Gender, Al-Qurʻan, Henry Shalahuddin, Musdah Mulia
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 25 Feb 2026 04:56
Last Modified: 25 Feb 2026 04:56
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/197

Actions (login required)

View Item
View Item