Ayat-Ayat Laknat Dalam Al-Qur'an (Studi Komparatif Penafsiran Ayat Laknat dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim dan Kitab Tafsir Al-Mishbah)

Tsuroyya, Tsuroyya (2020) Ayat-Ayat Laknat Dalam Al-Qur'an (Studi Komparatif Penafsiran Ayat Laknat dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim dan Kitab Tafsir Al-Mishbah). Diploma thesis, STIQ Isy Karima.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (761kB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf

Download (255kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf

Download (308kB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf

Download (581kB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (379kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB V.pdf] Text
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (155kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. Daftar Pustaka.pdf] Text
7. Daftar Pustaka.pdf

Download (174kB)

Abstract

Laknat berarti mengutuk. Jika mendapatkan laknat Allah Subhânahu wa Ta’ala
berarti kita dijauhkan dari rahmat-Nya. Allah Subhânahu wa Ta’ala melaknat
seseorang diakibatkan karena mereka melakukan hal yang dilarang Allah Subhânahu
wa Ta’ala. Jika dilaknat oleh Allah Subhânahu wa Ta’ala, maka Allah Subhânahu
wa Ta’ala tidak akan memberikan pertolongan terhadapnya. Oleh karena itu, kita
perlu untuk mengetahui hal-hal yang menyebabkan turunnya laknat Allah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran laknat dalam Al-Qur‟an
berdasarkan tafsir Al-Qur’an Al-Adzim karya Ibnu Katsir dan tafsir Al-Mishbah karya
M. Quraish Shihab serta mengetahui persamaan dan perbedaan penafsiran ayat-ayat
laknat dalam Al-Qur‟an antara dua mufassir tersebut.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, yaitu dengan
cara mengumpulkan data yang berhubungan dengan objek penelitian dari kitab tafsir
dan buku-buku yang relevan dengan pembahasan. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode komparatif, yaitu dengan membandingkan penafsiran ayat Al-Qur‟an
dari satu kitab dengan kitab lainnya.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa laknat artinya kutuk. Persamaan penafsiran
antara kedua mufassir tersebut terletak dalam memaknai hakikat laknat. Menurut
keduanya, jika dilaknat Allah Subhânahu wa Ta’ala berarti dijauhkan dari rahmat-Nya
serta dijauhkan segala kebaikan darinya. Perbedaan penafsiran antara kedua
mufassir tersebut terletak pada penyebab Allah Subhânahu wa Ta’ala menurunkan
laknat, yaitu laknat terhadap Yahudi dan Bani Israil.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Laknat, Kutuk, Rahmat, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Mishbah
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 03 Mar 2026 03:30
Last Modified: 03 Mar 2026 03:31
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/208

Actions (login required)

View Item
View Item