Studi Ayat-ayat Hijab (Kajian Tafsir Al-Ibriz Karya KH. Bisyri Musthafa)

Delmin, Delmin (2017) Studi Ayat-ayat Hijab (Kajian Tafsir Al-Ibriz Karya KH. Bisyri Musthafa). Diploma thesis, STIQ Isy Karima.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (391kB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf

Download (288kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf

Download (354kB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf

Download (691kB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (169kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB V.pdf] Text
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (116kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. Daftar Pustaka.pdf] Text
7. Daftar Pustaka.pdf

Download (156kB)

Abstract

Wanita muslimah diperintahkan oleh agama Islam supaya mereka manjaga auratnya. Sedemikian penting perintah menutup hijab sampai Rasulullah mengatakan jika ada wanita yang berpakaian tapi telanjang, maksudnya adalah menampakkan lekuk tubuhnya maka dia tidak akan mencium baunya surga, padahal bau surga bisa dicium dari jarak yang sangat jauh.
Perintah Allah SWT tentang hijab dapat kita temui dalam surat an-Nûr ayat 31, surat al-Ahzâb ayat 32, 33, 53 dan 59.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian tematik, Maksudnya adalah hal ini dikarenakan obyek yang dikaji pada penelitian ini adalah sistematika penafsiran al-Qur’an berdasarkan topik-topik permasalahan yang hendak dibahas, yakni dengan cara mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an yang membicarakan sesuatu topik tertentu dan menempatkannya dibawah judul tertentu kemudian ditafsirkan yang mengikuti metode maudhu’i.
Hasil dari penelitian ini adalah sebagai sebagai berikut, dalam kajian ayat-ayat hijab dapat ditemukan tiga poin penting, pertama, ayat-ayat hijab antara lain: surat an-Nûr ayat 31, surat al-Ahzâb ayat 32, 33,52 dan 59. Kedua, batasan aurat wanita adalah semua tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Ketiga, mahram bagi seorang wanita ada12 orang, yaitu suami, bapak, mertua, anak tiri, anak laki-laki dari saudara laki-laki, anak laki-laki dari saudara perempuan, budak, laki-laki yang ikut dengannya dan tidak punya syahwat lagi dan anak kecil yang belum mengetahui aurat perempuan. Penafsiran ayat jilbab menurut KH. Bisyri Musthafa masih kurang jelas karena terlalu singkat, tidak dijelaskan bagaimanakah kriteria jilbab syar’i itu sehingga orang yang membacanya masih bingung bagaimanakah cara memakai jilbab yang sesuai dengan syar’i.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Hijab, Tafsîr Al-Ibrîz
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 25 Jul 2026 03:12
Last Modified: 25 Jul 2026 03:12
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/222

Actions (login required)

View Item
View Item