Sari, Dina Duwi Indah (2017) Konsep Munasabah QS. Al Baqarah Ayat 237-240 Dalam Kitab Tafsir Nazhm Ad-Durar Fi Tanasub Al-Ayat Wa As-Suwar. Diploma thesis, STIQ Isy Karima.
1. Cover.pdf
Download (1MB)
2. BAB I.pdf
Download (3MB)
3. BAB II.pdf
Download (308kB)
4. BAB III.pdf
Download (333kB)
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (308kB) | Request a copy
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (111kB) | Request a copy
7. Daftar Pustaka.pdf
Download (115kB)
Abstract
Ilmu munasabah adalah suatu ilmu yang mencoba mengetahui alasan-alasan di balik susunan atau urutan bagian-bagian al-Qur’a. Ilmu ini muncul pada abad ke 4 hijriyah berdasarkan realita bahwa susunan surat dan ayat al-Qur’an tidak berdasarkan waktu turunnya, akan tetapi susunannya berdasarkan perintah dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Terlepas dari pro dan kontra para ulama terhadap penggunaan ilmu munasabah, tentunya terdapat hikmah pada ayat dan surat yang tersusun secara tauqifi. Beberapa ulama yang membahas tentang munasabah pada karya tafsirnya antara lain Fakhruddin ar-Razi dalam kitab Mafâtih al-Ghaib, Abu Hayyan al-Andalusi dalam kitab al-Bahr al-Muhith, as-Suyuthi dalam kitab asrâr tartîb al-Qur’an dan Burhanuddin al-Biqa’i dalam kitab Nazhm Ad-Durar Fî Tanâsub Al-Âyât Wa As-Suwar. Dalam sejarah perkembangan ilmu munasabah, karya al-biqa’i adalah kitab yang paling menekankan pembahasannya pada munasabah al-Qur’an sehingga ketika mencari munasabah antarsurat dan antarayat, para mufassir banyak merujuk pada kitab ini.
Penelitian ini berusaha untuk menjawab dua pertanyaan, Bagaimanakah penerapan munasabah QS. al-Baqarah ayat 237-240 dalam kitab tafsir Nazhm ad-Duror Fî Tanâsub al-Âyât Wa as-Suwar? Dan bagaimanakah konsep munasabah QS. al-Baqarah ayat 237-240 dalam kitab tafsir Nazhm ad-Duror Fî Tanâsub al-Âyât Wa as-Suwar? Untuk mendapatkan data yang obyektif dari permasalahan di atas, maka peneliti menggunakan metode deskriptif analitis yakni mencoba mendeskripsikan konsep munasabah antarayat dalam kitab Nazhm ad-Duror Fî Tanâsub al-Âyât Wa as-Suwar kemudian menganalisanya sehingga peneliti bisa mendapatkan beberapa kesimpulan.
Peneliti menemukan enam konsep munasabah antarayat yang digunakan al-Biqa’i pada QS. Al-Baqarah ayat 237-240. Pertama, munasabah antarayat dalam satu surat. Kedua, Munasabah antara ayat dan penutupnya. Ketiga, Munasabah antarkata dalam satu ayat. Keempat, Munasabah antarkalimat dalam satu ayat. Kelima Munasabah antarayat di lain surat. Dan keenam, Munasabah antara kata dan huruf yang menyertainya. Sedangkan dalam penerapannya, al-Biqa’i selalu berusaha untuk mencari munasabah antar ayat dalam satu surat dan munasabah antara ayat dan penutupnya. Bahkan terkadang beliau juga mencantumkan munasabah antarayat di lain surat. Akan tetapi al-biqa’i tidak menyebutkan setiap munasabah antarkalimat dan antarkata.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | konsep munasabah, al-Baqarah, kitab tafsir Nazhm Ad-Durar Fî Tanâsub Al-Âyât Wa As-Suwar |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
| Depositing User: | S.I.P Joko Riyanto |
| Date Deposited: | 26 Jul 2026 02:57 |
| Last Modified: | 26 Jul 2026 02:57 |
| URI: | https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/238 |
