Silaturrahim as a Solution for Broken Homes: An Analysis of the Perspective of Tafsīr al-Marāghi in the Indonesian Context

Naziihah, Syifaa’ ‘Izzatinnisaa’ and Iqbal, Ipmawan Muhammad and Novitasari, Fajar (2025) Silaturrahim as a Solution for Broken Homes: An Analysis of the Perspective of Tafsīr al-Marāghi in the Indonesian Context. Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 5 (2). pp. 726-746. ISSN E-ISSN 2809-0500 P-ISSN 2809-6401

[thumbnail of Jurnal Syifaa' Izzatinnisaa' Naziihah.pdf] Text
Jurnal Syifaa' Izzatinnisaa' Naziihah.pdf - Published Version

Download (545kB)

Abstract

Fenomena keluarga broken home akibat tingginya angka perceraian menjadi
tantangan sosial serius di Indonesia yang berdampak negatif pada stabilitas
emosional dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
konsep silaturrahim sebagai solusi konstruktif untuk memulihkan hubungan
keluarga yang retak, dengan menggunakan perspektif Tafsīr al-Marāghi sebagai
lensa utama. Menggunakan metode kualitatif studi pustaka (library research)
dengan pendekatan deskriptif-analitis dan analisis tematik (maudhu’i), penelitian
ini mengkaji penafsiran Ahmad Musthafa al-Marāghi terhadap ayat-ayat kunci
seperti QS. an-Nisā’: 1, QS. ar-Ra’d: 21, 25, dan QS. an-Nahl: 90. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Tafsīr al-Marāghi dengan corak adabi ijtima’i (sastra-sosial)
menempatkan silaturrahim bukan sekadar anjuran moral, melainkan perintah ilahi
yang menjadi fondasi ketakwaan, keadilan, dan stabilitas sosial. Memutus
silaturrahim dipandang sebagai bentuk kerusakan di muka bumi (fasād fī al-arḍ)
yang dikecam keras. Implementasinya dalam konteks Indonesia terbukti relevan,
di mana nilai-nilai silaturrahim diaktualisasikan melalui berbagai pendekatan
psikososial seperti penguatan penerimaan diri (ridha), layanan bimbingan dan
konseling, komunikasi efektif antar anggota keluarga, serta pengembangan
resiliensi melalui proses pemaafan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
silaturrahim menawarkan kerangka kerja teologis dan psikososial yang aplikatif
untuk merekonstruksi hubungan dalam keluarga yang retak, sekaligus
menegaskan bahwa menjaga ikatan kekerabatan adalah tanggung jawab spiritual
yang tidak gugur meskipun struktur keluarga berubah.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Broken Home, Indonesia, Keluarga, Silaturrahim, Tafsīr al Marāghi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 28 Jan 2026 07:08
Last Modified: 28 Jan 2026 07:08
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/30

Actions (login required)

View Item
View Item