Penafsiran Rahmatan Li Al-Alamin Dalam Surat Alanbiya’(21) Ayat 107-112 (Studi Komparatif Tafsir Al-Munir Dan Al-Mishbah)

Hanifah, Shafira (2024) Penafsiran Rahmatan Li Al-Alamin Dalam Surat Alanbiya’(21) Ayat 107-112 (Studi Komparatif Tafsir Al-Munir Dan Al-Mishbah). Diploma thesis, STIQ Isy Karima.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf

Download (508kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf

Download (643kB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (496kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB V.pdf] Text
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (469kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. Daftar Pustaka.pdf] Text
7. Daftar Pustaka.pdf

Download (471kB)

Abstract

Kalimat Rahmatan li al alamiin adalah kalimat yang sangat familiar di kalangan
masyarakat baik muslim maupun nonmuslim. Kalimat ini juga memiliki makna yang
sangat luas. Fokus penelitian ini adalah, untuk mengkaji dan mengetahui bagaimana
penafsiran Rahmatan li al alamiin dalam Tafsir Al-Mishbah dan Al-Munir , dengan
mengkomparasikan Tafsir Al-Mishbah dan Al-Munir, yang dimana kedua kitab tafsir
ini merupakan kitab Tafsir kontemporer. Yang dimana Tafsir Al-Mishbah begitu
terkenal di Indonesia, dan Al-Munir yang begitu terkenal di negara Arab.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Teknik
pengumpulan data berupa dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan yaitu
Tematik Komparatif. Adapun sumber primer dalam penelitian ini adalah kitab Tafsir
Al-Mishbah karya Quraisy Shihab dan Tafsir Al-Munir karya Wahbah Zuhaili.
Penelitian ini memaparkan tentang perbedaan konsep rahmatan li al alamiin dalam
surat Al-Anbiya’ ayat 107-112 yang merupakan obyek utama penelitian ini.
Hasil penelitian didapatkan bahwa penafsiran Rahmatan li al alamiin menurut Tafsir
Al-Munir dan Al-Mishbah ialah dengan diutusnya Nabi Muhammad saw dengan
membawa syari’at Islam sebagai rahmat kepada seluruh alam. Juga didapatkan bahwa
adanya perbedaan dalam penafsiran antara Wahbah Zuhaili dan Quraisy Shihab
terkait tentag penafsiran surat Al-Anbiya’ ayat 107-112 seperti pada kalimat alalamiin, fain tawallau, adzantukum, wa in adrii aqoriibun am ba’iidun maa
tuu’aduun, qaala raabihkum bilhaq, wa Rabbuna rahmanu musta’aan ala maa
tashifuun. adapun persamaannya dalam menafsirkan wa in adrii la’allahu
fitnatllakum wa matta’unilaa hiin, innahu ya’lamul jahra mina qouli, fakul
adzantukum ala sawaa, kul innama yuuha ilayya annama ilaahukumilahuwahid dan
rahmat. Dalam kitab tafsir Al-Munir juga disebutkan bahwa rahmat ialah melindungi
dari hak memelihara fitrah, jiwa, akal, harta benda dan agama.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Konsep Rahmatan li al alamiin, Tafsir Al-Mishbah, Tafsir Al-Munir
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 31 Jan 2026 03:20
Last Modified: 12 Feb 2026 02:52
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/58

Actions (login required)

View Item
View Item