Ummatan Wasatan Menurut Hamka dan Thabari (Studi Komparasi Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Thabari Terhadap Surat Al-Baqarah Ayat 143

Supriyanto, Fredy Susilo and Sulthoni, Akhmad and Murdianto, Murdianto (2024) Ummatan Wasatan Menurut Hamka dan Thabari (Studi Komparasi Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Thabari Terhadap Surat Al-Baqarah Ayat 143. Hamalatul Qur’an Jurnal Ilmu Ilmu Al Qur'an, 5 (2). pp. 155-168. ISSN 2722-8991 (Cetak); 2722-8983 (Online)

[thumbnail of Jurnal Fredy Susilo Supriyanto.pdf] Text
Jurnal Fredy Susilo Supriyanto.pdf - Published Version

Download (316kB)

Abstract

Allah menjadikan umat islam sebagai ummatan wasatan sebagaimana yang telah disebutkan
dalam Al-Baqarah ayat 143, ummatan wasatan memiliki arti umat yang posisinya di tengahtengah, artinya seimbang dalam melakukan sesuatu sehingga tidak berlebihan kepada
kepentingan dunia dan tidak membelenggu diri dari hal yang bersifat duniawi. Maka menjadi
ummatan wasatan hidupnya bisa seimbang antara hubungannya dengan Allah sang pencipta
dan dengan ciptaan-Nya, sehingga kalaupun ada sedikit perbedaan dalam sesuatu hal, itu tidak
mempengarui keharmonisan diantara mereka karena sejatinya ummatan wasatan memiliki
arti masyarakat ideal yang hidupnya berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui makna ummatan wasatan serta persamaan dan perbedaan penafsiran ummatan
wasatan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 143 berdasarkan Tafsir Al-Azhar dan At-Thabari.
Jenis penelitian ini adalah library research (kepustakaan), yaitu penelitian yang dilakukan
mengunakan literatur. Dan metode yang penulis gunakan adalah deskriptif analisis, yakni
megamati suatu gejala atau peristiwa yang kemudian hasil penelitian akan diolah dan dianalisis
untuk diambil kesimpulan menggunakan metode muqarin (perbandingan). Hamka dan Thabari
keduannya memaknai ummatan wasatan dengan umat yang posisinyanya di tengah atau
seimbang dan tidak condong ke satu sisi tidak seperti orang Yahudi yang hanya condong
kepada dunia dan orang Nasrani yang condong kepada akhirat. Dan bahwa umat Islam adalah
umat terpilih dan adil yang kelak akan menjadi saksi atas para Nabi terdahulu. Dan terdapat
perbedaan penafsiran keduanya bahwa Hamka menyebutkan dari peristiwa perpindahan
kiblat menjadikan terbentuknya ummatan wasatan atau umat yang baru karena terbukti siapa
yang bertahan terhadap Rasulullah dan orang yang menunjukkan tantangan kepadanya. Dan
perbedaan penafsiran dalam menafsirkan ayat tersebut terlihat berbeda karena Hamka
cenderung menggunakan tafsir bir-ra,yi sedangkan Thabari menggunakan tafsir bil ma’tsur
senhingga dalam memaknai ummatan wasatan adalah umat yang adil dalam tafsirnya Thabari
banyak menyebutkan hadis-hadis yang terkait.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Ummatan wasatan, Tafsir Al-Azhar, Tafsir At-Thabari
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 01 Feb 2026 02:40
Last Modified: 01 Feb 2026 02:40
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/75

Actions (login required)

View Item
View Item