Konsep Makanan Yang Baik Dalam Kitab Tafsir Al-Munir

Ibrahim, Wildan Akhsana (2024) Konsep Makanan Yang Baik Dalam Kitab Tafsir Al-Munir. Diploma thesis, STIQ Isy Karima.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf

Download (216kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf

Download (390kB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf

Download (522kB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (344kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB V.pdf] Text
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (172kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. Daftar Pustaka.pdf] Text
7. Daftar Pustaka.pdf

Download (173kB)

Abstract

Makan dan minum merupakan salah satu pangkal dasar agama seseorang karena
sumber energi dalam beribadah bersumber dari apa yang masuk ke dalam mulut.
Sebaik-baik makanan bukanlah yang paling memanjakan lidah, bukan pula yang
paling mewah. Namun sebaik-baik makanan adalah yang sesuai dengan standar
kepatutan dan kelayakan yang telah digariskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala
kepada kita, yaitu halal lagi baik. Penelitian ini bermaksud untuk memahami
bagaimana konsep makanan yang baik menurut Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir
al-Munir dan implementasi konsep makanan yang baik menurut Wahbah AzZuhaili dalam Tafsir al-Munir dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka yang menggunakan metode
dokumentasi dalam pengumpulan data dan teknik deskriptif-analitik dengan
pendekatan tematik (maudhȗ’î) dan penelitian tokoh dalam penganalisaan.
Hasil dari penelitian terhadap penafsiran Wahbah Az-Zuhaili atas ayat-ayat tentang
konsep makanan yang baik menunjukkan bahwa makanan baik adalah yang dinilai
baik oleh jiwa yang normal, lurus, dan masih sesuai dengan fitrah, yaitu selain yang
buruk, kotor dan jelek. Zuhaili kemudian membagi makanan yang baik ke dalam
lima kategori yaitu baik secara zatnya, baik secara memperolehnya, baik secara
pengolahannya, baik secara penyajianya, dan baik secara prosesnya. Diantara
contoh makanan baik yang disebutkan dalam tafsir tersebut adalah hewan ternak,
hewan air, hewan buruan, buah-buahan, biji-bijian, hasil perkebunan, susu dan
madu. Sedangkan contoh makanan yang haram antara lain bangkai, darah, daging
babi, hewan yang disembelih dengan nama selain Allah subhanahu wa ta'ala.,
hewan yang tidak memiliki darah, hewan yang memiliki darah yang mengalir,
hewan yang hidup di dua alam. Adapun hikmah dalam mengonsumsi makanan yang
baik; Seorang muslim diperintahkan untuk mengonsumi makanan yang baik dalam
rangka mengikuti jejak para nabi terdahulu, tidak menyerupai orang kafir, tidak
membatasi diri dari sesuatu yang dihalalkan dan menikmati salah satu karunia Allah
subhanahu wa ta’ala.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Makanan, Baik, Tafsir
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 01 Feb 2026 03:45
Last Modified: 12 Feb 2026 03:07
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/78

Actions (login required)

View Item
View Item