Nilai-Nilai Ketenangan Jiwa Dalam Surah Adh-Dhuhâ Dan Al-Insyirah Dalam Tafsîr Al-Marâghî

Rahmah, Khonsa Hasanatur (2022) Nilai-Nilai Ketenangan Jiwa Dalam Surah Adh-Dhuhâ Dan Al-Insyirah Dalam Tafsîr Al-Marâghî. Diploma thesis, STIQ Isy Karima.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf

Download (238kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf

Download (286kB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf

Download (332kB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (317kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB V.pdf] Text
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (99kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. Daftar Pustaka.pdf] Text
7. Daftar Pustaka.pdf

Download (175kB)

Abstract

Setiap manusia pasti sangat mendambakan ketenangan jiwa dalam hidupnya.
Sebagai seorang muslim yang beriman, manusia dianjurkan untuk memperoleh
ketenangan jiwa berdasarkan tuntunan al-Qur’an. Melihat realita saat ini tidak
jarang manusia yang jiwanya tergoncang dan melampiaskan keresahan hatinya
pada sesuatu yang tidak dibenarkan oleh syari’at, seperti memakai narkoba, sabu,
dan obat-obat terlarang lainnya. Al-Qur’an sendiri secara keseluruhan merupakan
sumber ketenangan jiwa. Namun di antara banyak ayat al-Qur’an terdapat ayat-ayat
khusus yang Allah turunkan sebagai pelipur lara Nabi Muhammad Shallallâhu
‘Alaihi�Wasalâm, yaitu surah adh-Dhuhâ dan al-Insyirah.
Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research). Teknik
pengumpulan data berupa dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan yaitu
Tematik Konseptual. Adapun sumber primer dalam penelitian ini adalah kitab
Tafsîr al-Marâghî karya Ahmad Mushthafa al-Maraghi
Hasil penelitian ini bahwasanya penafsiran surah adh-Dhuhâ dan surah al-Insyirah
dalam Tafsîr Al-Marâghî, meliputi (Q.S adh-Dhuhâ : 1-8) nikmat dan karunia Allah
Subhânahu Wa Ta'âlâ berupa melindungi Nabi di kala yatim, diberi petunjuk atas
kebingungan dan dicukupkan atas kefakiran. (Q.S adh-Dhuhâ 9-11) berisi perintah
untuk mensyukuri nikmat tersebut dengan memuliakan anak yatim dan memberikan
harta kepada fakir miskin. (Q.S al-Insyirah : 1-8 ) terdapat nikmat dan karunia Allah
Subhânahu Wa Ta'âlâ berupa kelapangan dada, keringan beban serta perintah untuk
bersabar, istiqomah dalam beramal sholeh, tawakkal dan sungguh-sungguh dalam
melepas diri dari kesulitan. Adapun Nilai-Nilai ketenangan jiwa dalam surah adhDhuhâ dan surah al-Insyirah dalam Tafsîr Al-Marâghî dapat diperoleh dengan
beberapa amalan, di antaranya : husnudzan, bersyukur, ikhlas, sabar diiringi ikhtiar,
istiqomah, dan tawakkal. Semua amalan ini merupakan pedoman hidup manusia
dalam memperoleh ketenangan jiwa dan meraih kualitas hidup yang lebih baik lagi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Ketenangan Jiwa, Surah adh-Dhuhâ , Surah al-Insyirah, Tafsîr al Marâghî
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > S1 - Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: S.I.P Joko Riyanto
Date Deposited: 10 Feb 2026 06:45
Last Modified: 12 Feb 2026 04:04
URI: https://repositori.stiqisykarima.ac.id/id/eprint/134

Actions (login required)

View Item
View Item